Stuffs

Quokka, Spesies Ini Sering Disebut Jadi Hewan Paling Bahagia Sedunia! Kok Bisa?

Quokkas

Kalo kata orang, senyum itu ibadah. Ketemu orang yang nggak dikenal aja kalo awalnya udah senyum duluan, akhirnya pasti bakalan cair dan lebih enak buat ngobrol. Apalagi warga Indonesia terkenal dengan keramahannya yang murah senyum. Asal jangan senyam-senyum sendirian aja sih, hehe.

Ngomongin soal senyum, kayaknya manusia musti belajar sama spesies yang satu ini deh. Biasanya sih, manusia cenderung senyum kalo lagi mood aja. Nah, hewan yang satu ini nggak, lagi tidur pun senyum! Yap, please welcome, the happiest animal in the world, quokka!

Ya nggak, Ya nggak?
Ya nggak, Ya nggak?

Belom pernah denger? Wajar sih, quokka ini emang termasuk hewan yang cuma ada di beberapa wilayah di Australia sana. Quookka sebenernya masih sepupu jauh dari hewan khas Australia, kanguru. Hewan ini berasal dari satu keluarga yang disebut dengan Macropodidae.

quokka
quokka

Terus kenapa bisa sering disebut sebagai hewan paling bahagia sedunia? Liat aja wajah sama pipinya, senyum mulu! Sebenernya sih ini gara-gara bentuk anatomi wajah dan pipi hewan imut ini yang tembem dan kesannya kayak cengar-cengir terus.

quokka
quokka

Quokka bisa hidup hingga sepuluh tahun. Kayak hewan Macropods lainnya, quokka ini juga masuk sebagai golongan hewan herbivore dan nocturnal, yang artinya lebih aktif kalo lagi malem. Woh, anak malam juga ye rupanya. Pantesan happy terus.

Lagi bobo imut
Lagi bobo imut

Terlepas dari wajahnya yang ramah senyum dan bahagia terus, keberadaan spesies quokka sebenernya justru bisa dibilang kurang membahagiakan. Hewan imut ini bahkan udah masuk ke dalam kategori vulnerable di negaranya sana. Alias statusnya adalah hewan yang dilindungi.

Asyik juga nih diajak selfie
Asyik juga nih diajak selfie

Bahkan nih, kalo ada yang ketauan menangkap atau ngasih makan hewan ini, bakalan kena denda $300 Australia. Ya walau hidupnya bisa dibilang kurang beruntung, quokka tetep aja senyum. Patut dicontoh. (Dimas/Alvin)

Dimas Yulian

Reporter Majalah HAI. Peminat kajian media, jurnalistik dan musik paruh waktu.

comments

embed this article

Copy and paste this code into your website.

×