Ngobrol Santai Bareng Teru Egawa, CEO dan Founder Bisnis Nge-Print Gratis Copycino

Reporter : Jeanett Verica
Editor : Dosir Weis

Ngobrol santai bareng cowok 22 tahun yang menggagas Copycino | Jeanett

Bisnis ini udah digagas sejak lama. Diluncurkan ke pasar, sejak September 2015. Tapi, ini bukan bisnis yang dibuat untuk mencari profit semata. Melainkan, bisnis ciptaan Raden Theodorus Ega Wang alis Teru Egawa ini dibuat untuk memberikan “profit” bagi para penggunanya. Bahkan, dimulainya pun dengan “berdarah-darah”.

Senin (26/9), HAI berkesempatan bertemu langsung dengan CEO sekaligus Founder dari Copycino di acara Media Talk “Pengabdian Inklusif dan Berkelanjutan melalui Aktivitas Entrepreneurship” yang diadakan oleh Universitas Prasetiya Mulya. Yap, sebuah brand usaha yang menyediakan jasa print, scan, dan photocopy, gratis. Targetnya, siapa lagi kalau bukan pelajar atau mahasiswa yang butuh menghemat uang saku, namun seringkali “terteror” biaya nge-print yang alamakjang mahalnya.

Teru pun dengan penuh semangat bercerita tentang suka dukanya merintis usaha. Apalagi, model usaha yang kayak begini, baru dia yang pertama kali menggagas. Maka, waktu Teru membeberkan hasil risetnya di awal pembentukan Copycino, kami pun ternganga sambil mengangguk-angguk.

“Ada teman saya yang minta tolong ke saya untuk bantuin dia print tugas setelah ayahnya meninggal dan ekonomi keluarganya berubah. Setelah ditotal-total waktu itu, harga nge-print nya bisa 500 ribu-an. Bisa untuk 30 kali makan!” ujar Teru dengan gaya berapi-api bak motivator ternama.

Berdasarkan fakta itu, cowok yang mengaku belajar teknologi informasi secara autodidak ini pun langsung tergugah buat menyediakan layanan photocopy dan print gratis. Namun, ia ngerasa perlu untuk memvalidasi ide ini lebih lanjut.

Apakah benar perkara mahalnya urusan nge-print ini adalah masalah besar untuk kemaslahatan semua umat mahasiswa?

“Saya pun melakukan riset ke 500 mahasiswa, apakah mereka terbebani dengan biaya printing? Hasilnya, 87% dari 500 mahasiswa terbebani. So, ini valid. Masalah ini memang urgent,” ungkap Teru.

Mulai dari merintisnya sendiri, hingga dibantu oleh keempat rekannya: Abdurrohman, Richard Kuncara, Daniel Setiawan, dan Paulina Felicia, Teru Egawa pun sedikit demi sedikit, perlahan tapi pasti, “melahirkan” Copycino. Seiring berjalannya waktu, kini Copycino malah sudah dikelola oleh tujuh orang, termasuk Teru.

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×