Ada Lowongan Kerja jadi Peneliti Alien Nih, Gajinya Rp 16 Miliar!

  • Jumat, 6 April 2018 20:30 WIB

Mau Kerja di Sini? | fast.bao.ac.cn

HAI-Online.com - Seperti informasi yang HAI kutip dari Kompas.com, benda ini disebut sebagai Teleskop Sferikal Apertur lima ratus meter (FAST) atau Tianyan yang berarti mata langit, megaproyek tersebut sudah selesai dibangun sejak September 2016.

Sayangnya, benda ini akhirnya telantar. Apa penyebabnya?

Ternyata, karena nggak ada tenaga ahli di China yang mampu menjalankannya. Disebut-sebut, benda ini juga terlalu canggih! Buat yang belum tau, saat ini, teleskop terbesar di dunia sedang berdiam diri di Guizhou, China.

CEK JUGA NIH: Wah, Ternyata Ini Penyebab Baterai iPhone 8, dan iPhone X Cepat Bocor

Kepada South China Morning Post 3 Agustus 2017, juru bicara Chinese Academy of Sciences (CAS) yang memiliki teleskop tersebut mengatakan, posisi Ketua Peneliti sedang dibuka untuk para peneliti yang sedang bekerja di luar China. Kandidat bisa berasal dari negara dan ras apa pun.

Gaji yang ditawarkan juga sangat menggiurkan, yakni sekitar 1,2 juta dollar AS atau sekitar Rp 16 miliar per tahun untuk posisi tersebut, di luar tempat tinggal.

Namun, jangan terburu-buru melamar. Pasalnya, posisi ini hanya diperuntukkan kepada kandidat yang memiliki pengalaman 20 tahun di bidang astronomi dan sudah pernah menjalankan proyek radio skala besar.

Seorang Ketua Peneliti Tianyan akan dituntut untuk mengatur berbagai komite akademis dalam memutuskan tujuan jangka panjang teleskop ini. Dia juga harus membagi jadwal waktu observasi bagi tim peneliti di China dan di luar negeri, serta mengawasi anggarannya.

Jika berhasil menemukan sesuatu yang menarik, seorang Ketua Peneliti juga harus melaporkannya kepada pemerintah dan mengomunikasikannya kepada masyarakat umum.

"Syarat ini terlalu tinggi dan membuat kebanyakan astronom terdiskualifikasi. Aku mungkin bisa menghitung orang-orang yang memenuhi kualifikasi ini menggunakan jari-jari tanganku," kata Wang Tinggui, profesor astrofisika dari Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China di Hefei, Anhui, kepada South China Morning Post.

Sumber : kompas.com

Reporter : Rian Sidik
Editor : Rian Sidik

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×