Sport

Nggak Sekedar Rumor Kayak Essien, Ini 5 Pemain Kelas Dunia Yang Pernah Bermain Di Liga Indonesia

Mario Kempes ketika membela Timnas Argentina bersama dengan Maradona

Beberapa hari ini, mantan pemain Chelsea, Michael Essien, dikabarkan bakalan bermain di Liga Indonesia musim ini. Pemain Timnas Ghana ini dirumorkan bakalan main di Indonesia setelah diketahui sedang berada di Jakarta. Essien sendiri saat ini juga berstatus sebagai pesepakbola professional tanpa klub, setelah terakhir bermain buat klub asal Yunani, Panathinaikos, pada musim 2015-2016. Meskipun isu tentang kedatangan Essien masih sebatas rumor, tapi sepak bola Indonesia faktanya emang punya daya tarik tersendiri buat para pemain dunia. Tercatat ada 5 pemain kelas dunia yang pernah bermain di Liga Indonesia lho.

Para pemain kelas dunia ini, di negaranya sendiri juga bukanlah pemain yang sembarangan atau abal-abal. Tercatat para pemain ini bahkan pernah jadi bintang di Timnas negaranya masing-masing dan juga menorehkan prestasi yang nggak kalah kerennya di level klub. Motivasi mereka datang ke Indonesia pun beragam, Berikut 5 Pemain kelas dunia yang pernah bermain di Liga Indonesia.

Roger Milla (Kamerun) – Pelita Jaya (1994) / Putra Samarinda (1995)

Roger Milla (Kamerun)
Roger Milla (Kamerun)

Roger Milla adalah pemain yang sukses mencuri perhatian para penggemar sepak bola di ajang Piala Dunia 1990 di Italia. Ketika itu, Milla yang udah berusia 38 tahun sukses mencetak empat gol di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia. Performa gemilang yang ditunjukkan oleh Milla bahkan berhasil bikin Kamerun melaju hingga babak perempat final Piala Dunia.

Nggak hanya itu, di Piala Dunia 1994 yang digelar di Amerika Serikat empat tahun kemudian, Milla yang udah berusia 42 tahun seakan belom berhenti bikin kejutan. Di ajang ini, Milla sukses mencetak satu gol ke gawang Rusia yang bikin nama doi tercatat sebagai pemain tertua yang pernah mencetak gol di Piala dunia.  

Setelah bermain gemilang di Piala Dunia 1994, Milla kemudian bergabung dengan klub Indonesia, Pelita Jaya di tahun yang sama dari klub asal Perancis, Montpellier. Akan tetapi, kemampuan Milla saat itu udah jauh menurun karena faktor usia. Setelah semusim di Pelita Jaya, Milla juga sempat membela klub Indonesia lain, Putra Samarinda di musim 1995-1996.

 

Mario Kempes (Argentina) – Pelita Jaya (1996)

Mario Kempes ketika membela Timnas Argentina
Mario Kempes ketika membela Timnas Argentina

Mario Kempes adalah salah satu legenda sepak bola Argentina yang cukup disegani namanya ketika masih bermain. Pemain yang pernah membawa klub Spanyol, Valencia, jadi juara UEFA Cup dan Copa Del Rey ini memiliki karir yang sama bagusnya baik di level klub maupun Timnas Argentina.

Kempes tercatat pernah ngebela Timnas Argentina di tiga edisi Piala Dunia yaitu di tahun 1974, 1978, dan 1982. Bahkan, Kempes adalah salah satu pilar penting saat berhasil bawa Argentina jadi juara Piala Dunia 1978. Ketika itu, Kempes sukses mencetak enam gol di mana dua di antaranya dicetak Kempes di laga final saat melawan Belanda dengan skor akhir 3-1.

Sama seperti Roger Milla, ketika dateng ke Indonesia, Mario Kempes juga membela salah satu tim kaya di Indonesia saat itu, Pelita Jaya. Ketika itu Kempes hadir sebagai pemain yang merangkap sebagai pelatih. Performanya pun nggak mengecewakan, ketika itu Kempes sukses mencetak 10 gol dari 15 kali penampilannya bersama Pelita Jaya.

 

Lee Hendrie (Inggris) – Bandung FC (2011)

Lee Hendrie (Inggris)
Lee Hendrie (Inggris)

Lee Hendrie adalah salah satu mantan pemain Timnas Inggris U-21 yang pada masa mudanya sering digadang-gdang akan jadi pemain besar Inggris. Meskipun akhirnya sampai gantung sepatu belom pernah membela Inggris di ajang Piala Dunia, tapi kiprah Hendrie di tingkat klub nggak bisa dipandang sebelah mata.

Hendrie pernah ngerasain ketatnya Liga Inggris dengan jadi pilar salah satu tim papan tengah, Aston Villa, di periode tahun 1995-2007. Di Aston Villa juga Hendrie tercatat udah tampil sebanyak 251 laga dan mencetak 27 gol.

Hendrie dateng ke Indonesia saat kompetisi sepak bola nasional sedang terpecah kala itu. Hendrie didatangkan ke Indonesia oleh salah satu kontestan liga tandingan Liga Primer Indonesia (LPI), Bandung FC. Akan tetapi durasi Hendrie bermain di Indonesia juga nggak lama karena berantakannya pengelolaan Liga Primer ketika itu.

 

Marcus Bent (Inggris) – Mitra Kukar (2011)

Marcus Bent (Inggris)
Marcus Bent (Inggris)

Buat kamu yang suka main Pro Evolution Soccer pasti familiar dengan nama striker asal Inggris, Darren Bent. Nah, Marcus Bent, adalah saudara dari pemain yang sempat membela Timnas Inggris ini. Posisnya pun sama persis sebagai seorang striker yang beroperasi di lini depan. Performa mantan pemain Birmingham City ini sendiri sebenernya nggak terlalu mengecewakan, Bent bahakan pernah memperkuat tim papan tengah Liga Inggris, Everton pada musim 2004-2006.

Berbekal pengalaman yang cukup banyak di Liga Inggris, Marcus Bent memutuskan pindah ke Indonesia saat memperkuat klub Mitra Kukar pada tahun 2011.  Akan tetapi, peruntungannya saat bermain di Indonesia bisa dibilang kurang bagus. Bent dipecat oleh Mitra Kukar jelang putaran kedua Liga Super Indonesia musim 2011-2012. Setelah hanya mampu mencetak 4 gol dari 11 laga ISL.

 

Pierra Njanka (Kamerun) – Persija Jakarta (2008), Arema Malang (2009), Aceh United (2011), Mitra Kukar 2011), Persisam Samarinda (2013).

Pierra Njanka (Kamerun)
Pierra Njanka (Kamerun)

Pierre Njanka bisa jadi salah satu pemain kelas dunia yang paling sukses ketika bermain di Liga Indonesia. Tercatat, Njanka udah bermain buat lima klub berbeda saat berkarir di Indonesia. Prestasinya pun bisa dibilang  sangat baik. Pertama kali bermain Indonesia dengan membela Persija Jakarta pada tahun 2008, Njanka justru sukses membawa Arema Malang jadi juara Liga Indonesia ketika bergabung ke tim kebanggaan Aremania ini setahun kemudian.

Sebelum bermain di Indonesia pun, Njanka juga punya prestasi yang nggak kalah gemilangnya di level Timnas Kamerun. Njanka pernah tampil di dua edisi Piala Dunia, yakni di Piala Dunia 1998 di Prancis, dan Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang. Pemain yang tercatat udah membela Timnas Kamerun sebanyak 47 kali ini, juga masih sempat membela Kamerun di ajang Piala Afrika 2004. Kita tunggu aja ya, apakah Essien bakalan ngikutin jejak kelima pemain kelas dunia ini.

Dimas Yulian

Reporter Majalah HAI. Peminat kajian media, jurnalistik dan musik paruh waktu.

comments

embed this article

Copy and paste this code into your website.

×