Keuntungan Jadi Pelajar SMA Yang Wajib Bikin Karya Tulis Ilmiah

  • Rabu, 11 Januari 2017 16:30 WIB

Alifa ketika sidang mempertanggungjawabkan hasil penelitian karya tulis ilmiahnya | Alifa

”(Mohon) dibantu kakak-kakak sekalian, untuk tugas saya,” tulis Giovanny, saat masih jadi siswa kelas XII SMA Tarsisius II Jakarta, di timeline LINE-nya. Di bawah status itu ia mengunggah link yang akan mengantarkan ke angket online yang berisi enam pertanyaan seputar clothing brand yang sering dipakai serta pengaruhnya terhadap gaya hidup.

Saat itu Gio, sapaan akrabnya, sedang disibukkan dengan tugas karya tulis ilmiah (KTI). Sambil ngumpulin literatur dari untuk bab duanya, Gio udah gencar nyebar angket. Gio yang dari jurusan IPS mengangkat tema tentang pengaruh industri clothing terhadap anak muda. 13 Februari kemarin, KTI itu dipresentasikan kepada para guru. Yap, dua-tiga bulan belakangan ini, temanteman dari beberapa sekolah lagi agak susahbanget diajak main. Alasannya nggak beda kayak yang sering dikeluarkan Gio, ”Pusing ngerjain kartul (karya tulis).”

Nggak kayak kakak-kakak kita yang baru akrab sama penelitian dan karya tulis ilmiah saat kuliah, tepatnya saat skripsi, beberapa sekolah sudah mewajibkan siswanya untuk bikin KTI sejak SMA bahkan ada yang jadi syarat kenaikan kelas dan keikutsertaan UN.

Prosedurnya nggak jauh beda sama pengerjaan skripsi. Tiap siswa akan dapet pembimbing, lalu kepada mereka siswa diminta mengajukan proposal penelitiannya. Setelah disetujui, penelitian pun dimulai. Selesai ditulis, hasil dipresentasikan lewat sidang.

”Kalau di sekolah aku sidangnya sampai pake baju rapih gitu. Cowok pake jas, cewek pake blazer,” kata Alifya Yunita, saat masih jadi siswa  kelas XII SMA Plus Pembangunan Jaya Tangerang Selatan yang udah lega setelah sidang KTI

EKSKUL DAN MAPEL RISET

 

Tugas KTI ini memang nggak sekomprehensif KTI pada masa kuliah nanti, tapi untuk pembekalannya sekolah nggak mainmain, tuh. Contoh aja SMA Plus Pembangunan Jaya, sejak kelas XI siswa dapat mata pelajaran baru, yaitu Metode Penelitian. Di situlah mereka dibekali tentang tahapan-tahapan serta metode penelitian.

 

”Di semester ganjil kelas XI, mereka belajar teori-teorinya. Lalu di semester genap mulai mengajukan judul penelitian. Di kelas XII, semester awal, adalah tahap finishing dan sidang,” cerita pak Sugimin sang Kepala Sekolah.

Reporter : Rizki Ramadan
Editor : Rizki Ramadan

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×