Jadi Ngetop Lewat Penelitian, Siapa Takut?

  • Jumat, 17 Februari 2017 07:00 WIB

OPSI

Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia atau yang biasa disingkat dengan OPSI adalah ajang kompetisi penelitian ilmiah tahunan bagi siswa SMA atau sederajat, baik berupa karya tulis maupun temuan (invention). Kompetisi OPSI sendiri resmi diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Dengan mengusung pesan #MENELETIITUSERU, OPSI ingin merubah pandangan umum siswa yang kebanyakan memandang bahwa penelitian dianggap sebagai suatu pekerjaan serius, sulit, dan cenderung membosankan. Selain itu, OPSI ingin menggali ide-ide kreatif dari anak-anak Indonesia.

Pada mulanya OPSI dikenal dengan nama LPIR yang kemudian LPIR berganti nama menjadi OPSI pada tahun 2009. OPSI merupakan wahana pengembangan dan kompetisi bagi siswa SMA atau sederajat, yang bertujuan untuk memotivasi mereka untuk melakukan penelitian dan terlatih untuk menyusun laporan ilmiah. OPSI juga bertujuan untuk meingkatkan prestasi dan akademis para siswa Indonesia.

pemenang OPSI FIKSI

OPSI terbagi menjadi tiga kategori, yaitu bidang Sains dan Teknologi, bidang Matematika dan Rekayasa, dan bidang Ilmu Sosial dan Humaniora.

Sedangkan Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia atau yang biasa disingkat FIKSI, merupakan suatu ajang perlombaan inovasi dan SMA. Perlombaan ini terdiri dari dua kategori, yaitu kategori Gagasan Wirausaha, di mana wirausaha masih berada pada tahap ide atau gagasan dan kategori Rintisan Wirausaha di mana wirausaha sudah berjalan dan memiliki produk yang sudah dipasarkan.

Terdapat lima bidang wirausaha yang dilombakan, yakni kerajinan (craft), desain grafis, fashion, pengembangan aplikasi dan digital game, serta boga.

OPSI dan FIKSI ini hanya dapat diikuti oleh seluruh siswa Indonesia kelas X dan XI. Para peserta OPSI dapat mengikuti lomba secara individu, maupun berkelompok (maksimal 2 orang)

OPSI dan FIKSI ini diselenggarakan diberbagai kota di Indonesia. Tahun 2016 lalu, OPSI dan FIKSI diadakan di Kota Jakarta. Pemenang dari OPSI dan FIKSI akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai, sertifikat, dan medali. Selain itu para pemenang juga mendapatkan beasiswa prestasi sebesar Rp 7 juta untuk peraih medali emas, Rp 6 juta untuk peraih medali perak, dan Rp 5 juta untuk peraih medali perunggu.

Tahun lalu peserta dari Kota Yogyakarta berhasil menyabet medali Emas. Sedangkan pemenang FIKSI adalah Azizah Fathonah dan Wildan Pangestu dari SMKN 2 Bandung dengan judul karya “Kunci Rumahku Pake e-KTP” yang berhasil meraih juara I.

Reporter : hai-online.com
Editor : Rizki Ramadan

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×