Cihuy! Pak Jokowi Batalkan Program Sekolah 8 Jam Sehari! Ini Dia Alasan Pak Presiden

  • Senin, 19 Juni 2017 20:05 WIB

Terima Kasih Pak Jokowi! | RODERICK ADRIAN MOZES

Kabar baik akhirnya berhembus untuk kita, para pelajar di seluruh Indonesia. Hari ini, Pak Presiden Joko Widodo akhirnya membatalkan kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter yang digagas Menteri Pendidikan Kebudayaan, Pak Muhadjir Effendy.

Informasi yang HAI kutip dari Kompas.com menyebutkan, keputusan ini diambil Pak Jokowi usai memanggil Muhadjir dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Ma'ruf Amin ke Istana, Jakarta, Senin (19/6).

Usai pertemuan itu, Pak Kyai Ma'ruf yang didampingi Pak Muhadjir mengelar jumpa pers mengumumkan pembatalan tersebut.

"Presiden merespons aspirasi yang berkembang di masyarakat dan memahami apa yang jadi keinginan masyarakat dan ormas Islam. Oleh karena itu, Presiden akan melakukan penataan ulang terhadap aturan itu," kata Pak Kyai Ma'ruf Amin.

Pak Kyai Ma'ruf mengatakan, kebijakan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 23 Tahun 2017 akan diganti dengan peraturan presiden.

Pak Presiden nantinya juga akan mengundang berbagai elemen masyarakat untuk meminta masukan dalam menyusun aturan itu. Termasuk ormas Islam seperti MUI, PBNU dan Muhammadiyah.

Pak Presiden juga berjanji akan melakukan penguatan terhadap posisi Madrasah Diniyah.

"Sehingga masalah-masalah yang menjadi krusial di dalam masyarakat akan bisa tertampung di dalam aturan yang akan dibuat itu," ucap Pak Kyai Ma'ruf.

Selama sesi jumpa pers hingga tanya jawab berlangsung, hanya Pak Kyai Ma'ruf yang bicara dan menjawab pertanyaan wartawan.

Sementara Pak Muhadjir hanya berdiri mendampingi Ma'ruf dan nggak mengeluarkan pernyataan apapun.

Sumber : kompas.com

Reporter : Rian Sidik
Editor : Rian Sidik

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×