Alvin Yunata: Musisi Sidestream Zaman Sekarang Perlu Revolusi Mental

  • Senin, 20 Maret 2017 18:30 WIB

Alvin Yunata | Rizky Abdu Rahman / HAI

Udah sejak SMA, Alvin Yunata suka banget sama musik-musik alternatif. Gigs lokal di kota asalnya, Bandung, ia selalu datengi. Saat kuliah ia gabung ke band Harapan Jaya, lalu Alvin di kenal juga sebagai gitaris band yang punya slogan skill is dead. Ya, apalagi kalau bukan Teenage Death Star. Singkatnya, Alvin udah lama bergelut di scene musik arus pinggir, apalagi ia kemudian pindah ke Jakarta bekerja sebagai jurnalis musik majalah Trax.

Kini, Alvin lebih dikenal bukan sebagai pemain instrumen lagi, melainkan pengarsip musik. Bersama teman-temannya ia menggerakan Iramanusantara.org yang punya misi mengarsipkan musik-musik yang pernah rilis dari jaman baheula sampai jaman sekarang.

Membicarakan musik sidestream bersama cowok yang emang udah hidup di scene ini dari generasi lalu, emang asyik. Alvin iri dengan akses informasi musisi sekarang yang selalu bikin dia mengumpat , “Anj*ing bagus banget nih materinya.” Tapi di satu sisi dia heran, kenapa perjuangan musisi sidestream sekarang kok, malah nggak semilitan generasinya yah.

Musisi indie sekarang akses informasinya udah kebuka banget. Mereka pun jaya di dunia maya. Nah, menurut lo, di “darat” gimana pergerakan musisi sidestream saat ini?

Gue udah lama nggak di  Bandung, gue tinggal di Jakarta sekarang. Di sini tuh sebenernya kalau mereka (para musisi) mau bergaul dengan tepat gampang banget bisa dapet panggung. Jimi Multazam punya Thursday Noise. Ada juga anak-anak Ruangrupa. Udah banyak tempat untuk musisi sidestream untuk show. Kesempatan makin terbuka, asal gaul.

Menurut amatan lo, sekarang ini masih banyak musisi yang kurang gaul kah?

Iya, gue ngeliat banyak yang masih nggak tau mau ke mana. Yang gue sayangkan dari era sekarang adalah, mereka (musisi) bagus, tapi mereka cuma menyimpan karyanya di Soundcloud.

Semangat kayak anak dulu nggak terasa. Mereka (musisi dulu) bikin band, latihan, dengan dana terbatas, dan nyari tempat susah. Lebih struggling.

Nah, anak sekarang itu bagus secara kualitas tapi di urusan struggling mereka masih agak kurang. Mereka, tuh, cuma kayak masang di Soundcloud terus udah. Nggak ada pergerakan lagi.

Ceritain dikit dong, gimana perjuangan yang sempat lo alami saat ngeband bareng Harapan Jaya dan Teenage Death Star jaman dulu.

Reporter : Rizki Ramadan
Editor : Rizki Ramadan

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×