Film Basket Pertama di Indonesia Bakal Tayang di Bioskop Maret 2018 Depan

  • Senin, 12 Februari 2018 11:15 WIB

Peluncuran poster film Mata Dewa | Dok. Film Mata Dewa

HAI-ONLINE.COM - Sutradara Andibachtiar Yusuf, yang dikenal dengan film-film bertema olahraga, kini menghadirkan film tentang basket yang pertama di Indonesia. Film tersebut berjudul Mata Dewa dan akan segera dirilis pada 8 Maret 2018 di bioskop-bioskop Indonesia.

“Film-film yang saya buat memang lebih khusus mengangkat tema olahraga--terutama sepak bola--karena memang pada dasarnya saya sangat menyukai olah raga tersebut. Nah.. di film Mata Dewa ini, saya merasa tertantang karena ini akan menjadi film layar lebar pertama tentang basket di Indonesia” ungkap Ucup, panggilan akrab Andibachtiar Yusuf.

Sutradara yang memulai kariernya di tahun 2003 ini sudah menghasilkan beberapa karya. Film dokumenter yang ia produksi adalah The Jak (2007), The Conductors (2008), dan Hope (2010). Untuk film layar lebar yang ia sudah produksi adalah Romeo Juliet (2009), Hari ini Pasti Menang (2013), dan Garuda 19: Semangat Membantu (2014).

Cek deh: Ini Pengalaman Isyana Sarasvati Berakting Jadi Humanoid dan Sulitnya Menghayati Peran

“Saya suka membuat film olahraga karena saya seperti dapat ‘suntikan’ semangat berkarya saat melihat perjuangan para pemain sepak bola atau basket dan para pendukungnya. Di luar itu, permainan basket sendiri mengajarkan saya tentang kerja sama tim, presisi, dan pencapaian. Luar biasa!,” lanjut Andibachtiar Yusuf.

Film Mata Dewa merupakan produksi DBL Indonesia dan Sinema Imaji, serta berasosiasi dengan Shanaya Films. Film drama olahraga remaja ini terinspirasi dari kisah-kisah nyata para alumni pemain Development Basketball League, liga basket pelajar terbesar di Indonesia, yang tersebar di 25 kota dari 22 provinsi di Indonesia.

“Selama lebih dari 10 tahun menyelenggarakan kompetisi basket di berbagai daerah di Indonesia, banyak inspirasi yang datang dari kisah-kisah anak muda. Hal ini yang akhirnya memutuskan saya untuk membuat film mengenai basket. Perjuangan para pemain basket Indonesia, terutama di daerah-daerah, luar biasa sekali. Salah satunya yang sekarang menjadi inspirasi pada film Mata Dewa adalah tentang pemain basket DBL yang kehilangan sebelah matanya karena suatu kecelakaan. Ia harus berjuang lagi dari awal untuk memulihkan mental dan melatih fisik setelah kecelakaan tersebut,” ujar Azrul Ananda, Produser Eksekutif film Mata Dewa dan Presiden Director PT DBL Indonesia.

Film yang mengambil lokasi syuting di Surabaya ini diharapkan dapat menimbulkan semangat profesional pada diri anak muda di seluruh Indonesia. “90% pemain basket DBL Indonesia belum tentu menjadi pemain basket profesional. Tetapi alumni pemain DBL akan menjadi profesional di bidangnya masing-masing. Itu yang kami harapkan dengan menerapkan konsep student athlete pada liga basket ini. Kami menempatkan pendidikan sekolah di atas segalanya,” lanjut Azrul Ananda.

Reporter : Alvin Bahar
Editor : Alvin Bahar

Tags :

#basket #dbl #film

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×