Peraturan Baru: Jalan Kaki Sambil Main Smartphone Bisa Ditilang!

  • Minggu, 14 Januari 2018 14:10 WIB

Jangan Sembarangan Main Smartphone | Phone Arena

HAI-Online.com - Ada yang punya rencana untuk traveling ke Hawaii? Kalo ada yang mau ke sana dalam waktu dekat, ada baiknya baca artikel ini sampai habis.

Baru-baru ini, pemerintah kota Honolulu di Hawaii, Amerika Serikat, meneken aturan anyar yang melarang pejalan kaki menggunakan handphone/smartphone saat menyeberang jalan.

Kalau melanggar, orang yang bersangkutan bisa kena denda antara 15-99 dollar AS atau Rp 200.000 hingga Rp 1,3 juta, tergantung jumlah pelanggaran yang pernah dilakukan. Nah, ibarat kata, jalan kaki aja bisa “ditilang”, nih!

Seperti informasi yang HAI kutip dari Kompas.com, Walikota Honolulu Kirk Cadwell mengatakan aturan yang akan mulai berlaku pada 25 Oktober mendatang itu diharapkan bisa melindungi pejalan kaki supaya tak celaka.

"Sayangnya, kami punya predikat sebagai kota besar di mana pejalan kaki paling banyak mengalami kecelakaan di persimpangan, khususnya warga-warga senior," ujar Caldwell, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Reuters, Senin (31/7).

Di Amerika Serikat saja, sepanjang tahun 2000 hingga 2011, tercatat sebanyak 11.000 kasus cedera yang terkait dengan penggunaan ponsel sambil berjalan, menurut sebuah studi University of Maryland yang dipublikasikan pada 2015.

Sejumlah kota di belahan dunia lain juga berupaya mengurangi angka kecelakaan dengan menerapkan aturan atau fasilitas baru untuk mengamankan pejalan kaki yang sibuk dengan ponsel.

Di Jerman, kota Augsburg membubuhkan rambu-rambu khusus di lantai trotoar untuk pengguna smartphone yang terlalu sibuk menunduk dan menatap ke arah bawah sambil berjalan. Langkah serupa turut dilakukan kota Bodegraven di Belanda.

Di China, pemisahan jalur trotoar secara khusus untuk pejalan kaki yang menatap gadget sudah diuji coba sejak 2014.

Kalo di Indonesia? Kita mau jalan kaki di trotoar aja masih deg-degan takut di serempet motor, yha!

Sumber : kompas.com

Reporter : Rian Sidik
Editor : Rian Sidik

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×