Event

Ternyata, Ini Alasan Cewek Cantik Menggembok Akun Instagram-nya.

Ilustrasi foto selfie
Foto by : Kompasiana

Nggak bisa dipungkiri, ketika kepalang kepo sama cewe hits di kalangan SMA, eh digembok akun IGnya. Kira-kira apa ya alasan mereka menggembok IGnya? Yuk, dengerin pendapat dari cewe-cewe cantik ini.

Nggak jarang, saat kita mencet tag yang tampil di foto temen, dan pas dibuka,  digembok akunnya. Kita harus ask permission untuk bisa lihat akun mereka. Dalam mode private ini, instagram memiliki option untuk accept dan decline yang ada di akun pemilik IG. Gak sembarang orang bisa buka dan mampir di IG mereka. Tapi, Jilly, sebutan akrab siswi SMAN 81 Jakarta, pemilik akun @jillycatherine ini mengaku kalo doi sengaja mengeset akun IGnya untuk diprivate. Alasannya karena Jilly sendiri merasa akun IGnya itu privacy yag bukan konsumsi khalayak publik.  Agar tidak sembarang orang bisa mampir dan lihat akun IGnya, Ia merasa lebih aman bila akun IGnya digembok.

Nggak Cuma Jilly tetapi Vanesha, pemilik akun @Vaneshayu ini juga terganggu dengan akun yang spamming di kolom comment pada fotonya. Fanny, Paskibraka Jakarta Selatan, yang sekaligus pemilik akun IG @fannyoctafiani ini juga merasa demikian. Tak heran juga Fanny sangat preventif pada akunnya.

Pasalnya dengan fitur baru IG, yaitu direct message, Fanny pernah merasa risih dan terganggu oleh orang tak dikenal mengirimkan pesan yang mengganggunya. Selain masalah privasi, menurut Puri, sebutan akrab siswi SMAN 8 Jakarta, yang juga pemilik akun @ptrkinanti memanfaatkan fitur ini agar orang yang ingin lihat profile IGnya harus memfollow IGnya terlebih dahulu. Namun, meski begitu, prinsip Puri untuk menggembok akun IGnya agar lebih terkontrol siapa saja yang dapat melihat akun IGnya.

Tetapi, dengan jumlah followers mereka yang notabene banyak, gimana, sih mereka menyaring siapa siapa aja yang bisa lihat profile IG mereka? Fanny sendiri, memilah followers-nya dengan melihat feeds mereka yang me-request follow. Dari feeds-nya, bisa terlihat ragam postingan yang di-post akun tersebut. Jika feedsnya mencurigakan, Fanny enggan menerima request tersebut. Lain lagi dengan Vanesha dan Puri. Mereka menerima request berdasarkan kedekatan dengan teman dan kekerabatan yang tampak di friends in common, sehingga mereka tau siapa-siapa saja yang melihat akunnya. Sedangkan Jily sendiri, selain dengan hubungan kekerabatan, Jilly tak keberatan menerima request dari akun online shop. “Siapa tau minat untuk endorse, kan nggak nolak hehe.”, aku Jilly.

Sebenernya bukan sombong dan arogan. Tetapi, cewek-cewek cantik ini lebih mengutamakan keamanan dan kenyamanan penggunaan social media yang benar. Selain itu, mereka ingin mewaspadai maraknya human trafficking dan penyalahgunaan postan yang mereka unggah. Be wise using your social media.

 

Oleh: Alifa Shavira - SMAN 81 Jakarta I ditulis sebagai bagian dari program 7 Hari Bercerita bersama HAI School Crew, komunitas wartawan SMA majalah HAI.

Rizki Ramadan

Berkeliaran di halaman sekolah, sebagai wartawan, sambil mengawal HAI School Crew menulis untuk rubrik My School Pages.

comments

embed this article

Copy and paste this code into your website.

×