Event

Terjadi Lagi, Seorang Pelajar SMP Di Yogyakarta Meninggal Karena ‘Klitih’

Stop Kekerasan!
Foto by : carolecgood.com

Berita duka kembali datang dari dunia pendidikan Indonesia. Aksi kekerasan di jalanan yang sering disebut masyarakat Yogyakarta dengan istilah ‘klitih’ kembali memakan korban. Kaki ini, seorang pelajar yang baru duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) meninggal dunia setelah ditusuk oleh sekelompok orang di Jalan Kenari, sebelah utara Kantor Balaikota Yogyakarta, Minggu (12/3), sekitar jam 12.45 WIB.

Korban meninggal bernama Ilham Bayu Fajar, pelajar SMP yang meninggal dunia setelah diserang oleh sekelompok orang nggak dikenal ketika melintas di Jalan Kenari, Yogyakarta.

“Korban berboncengan dengan kakaknya, mereka dalam perjalanan pulang dari main billiard. Saat melintas di Jalan Kenari, mereka tiba-tiba dikejar oleh sekelompok orang dan diserang,” kata Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Akbar Bantilan, seperti dikutip dari Kompas.com

Ilham yang ketika itu dalam posisi membonceng, terkena luka tusuk di bagian dada. Karena luka yang didapet cukup parah, nyawa pelajar SMP asal Banguntapan, Bantul ini nggak tertolong lagi. “Korban ditusuk di bagian dada. Lukanya cukup dalam hingga tembus ke belakang,” jelasnya.

Akbar bilang kalo para pelaku penyerangan berjumlah banyak, sekitar 10 sepeda motor. “Tidak ada masalah, tidak ada cekcok. Tiba-tiba saja langsung dikejar dan diserang,” kata Akbar.

Saat ini, pihaknya masih terus ngelakuin penyelidikan secara iontensif terkait dengan hal ini, Beberapa saksi telah dimintai keterangan, baik teman korban maupun warga masyarakat yang ada di lokasi. Selain itu, kepolisian juga telah memeriksa rekaman CCTV yang ada di sekitar Jalan Kenari, Yogyakarta.

Nggak Cuma Di Satu Lokasi

Stop Kekerasan!
Stop Kekerasan!

Pada hari yang sama, di Jalan Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta, polisi berhasil mengamankan dua remaja berusia sekitar 13 tahun dan 14 tahun berboncengan sepeda motor yang diduga juga akan melakukan 'klitih'. Ketika digeledah, remaja yang masih duduk dibangku SMP ini diketahui ngebawa senjata tajam.

Sementara itu, pada Minggu dini hari, dua bocah ditemukan tersungkur di Jalan Solo KM 6 Sleman, di depan Kantor Balai Besar Wilayah Serayu Opak. Kedua bocah tersebut mengalami luka di tubuh akibat terbentur aspal. Salah satunya harus dibawa ke RSUP TNI AU Hardjolukito, Yogyakarta buat diberi perawatan.

Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas, polisi menemukan satu senjata tajam jenis Mandau yang diselipkan di balik baju. “Kami temukan senjata tajam jenis Mandau di bali baju. Katanya mereka dikejar sekelompok orang dan ditendang hingga tersungkur”, kata Kapolsek Depok Barat, Kompol Sukirin Hariyanto.

Menurut dia, ada kemungkinan kejadian di depan Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak berkaitan dengan yang di Jalan Kenari, Yogyakrarta. Namun hal itu masih dugaan sementara, pihak kepolisian saat ini masih mendalmi kasus ini secara lebih lanjut.

“Bisa saja ada keterkaitan dengan di Jalan Kenari. Tapi kita masih dalami lagi,” kata Sukirin.

Zaman sekarang remaja masih ngelakuin kekerasan? Udah nggak zamannya kali! Mending ganti kegiatan yang nggak bermanfaat dengan sesuatu yang lebih positif deh! Semoga kejadian yang menimpa Ilham ini bisa dijadikan pelajaran bersama supaya nggak terulang lagi di masa depan. Amin!

Dimas Yulian

Reporter Majalah HAI. Peminat kajian media, jurnalistik dan musik paruh waktu.

comments

embed this article

Copy and paste this code into your website.

×