Ini 4 Kasus Penganiayaan di STIP Jakarta, Please, Jangan Ada Lagi yang Kayak Gini

  • Rabu, 11 Januari 2017 17:30 WIB

Ilustrasi | Pixabay

Semua pihak perlu menghentikan akar budaya kekerasan di kampus-kampus. Kekerasan terjadi karena pemahaman yang salah dalam mendefinisikan konsep kedisiplinan sehingga kasus-kasus kekerasan di lembaga pendidikan terus-menerus berulang.

Seperti kasus yang terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda Jakarta. Seenggaknya dalam 9 tahun terakhir, ada 4 kasus penganiayaan mahasiswa. Bahkan tiga di antaranya berujung kematian.

Berikut empat penganiayaan yang terjadi di STIP Jakarta:


- 2008

Agung, taruna tingkat pertama STIP, tewas tanggal 12 Mei 2008, setelah mengikuti latihan pedang pora yaitu acara menyambut alumni STIP. Awalnya, Pembantu Ketua III Bidang Pembinaan STIP, Suwondo mengatakan, Agung tewas karena kelelahan, tetapi polisi curiga karena menemukan sejumlah kejanggalan. Lebih-lebih setelah tiga taruna mengaku kepada polisi, mereka ikut dianiaya bersama Agung.

 

- 2014

Seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Dimas Dikita Handoko (19) meninggal dunia dengan luka memar di tubuhnya. Diduga korban tewas akibat dianiaya oleh para seniornya pada Jumat (25/4/2014) malam. Tiga penganiaya Dimas divonis 4 tahun penjara.

Reporter : Alvin Bahar
Editor : Alvin Bahar

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×