Mau Mulai Hobi Foto Analog? Kenali Nih Jenis-jenis Film Yang Bisa Kamu Pakai

  • Kamis, 20 April 2017 13:30 WIB

macam-macam film untuk kamera analog (foto: Rizki Ramadan/HAI) | Rizki Ramadan

Kalau kamera digital punya memory card untuk menyimpan file foto yang kita potret, maka kamera analog butuh rol film. Rol film itu sudah tertanam bahan-bahan kimia yang emang peka cahaya. Jadi, pemandangan yang kita potret akan terekam di rol atau yang biasa disebut juga sebagai klise itu.

Rol film negatif pertama kali dibikin oleh Kodak pada tahun 1934 demi memudahkan kita memotret. Nah, selama perkembangannya sampe sekarang, muncul banyak banget jenis film. Kalau awalnya ukurannya cuma 135mm, kemudian ada juga yang ukuran 120mm dan 110mm demi menjawab kebutuhan serta selera para fotografer. Kalau ibarat filter di Instagram, beda merk film, beda juga karakter warnanya.

Kebanyakan, rol film itu isinya 36 frames. Ya, kamu cuma bisa foto 36 kali plus satu-dua frame bonus. Jadi, ketika memotret dengan kamera analog, kita emang mempertimbangkannya baik-baik. Amunisinya terbatas, bro! 

Oke, segitu saja introduksinya, sekarang mari kita kenala dengan jenis-jenis film yang bisa kamu pakai. 

Film Black and White

beberapa contoh film black and white untuk kamera analog (Foto: Rizki Ramadan/HAI)
beberapa contoh film black and white untuk kamera analog (Foto: Rizki Ramadan/HAI)

Yap, ini adalah jenis film hitam putih alias monochrome. Kebanyakan film BW juga akan menghasilkan grain. Hasil fotomu jadi ada titik-titik gitu di segala penjuru. O ya, perlu diketahui, film ini langsung menghasilkan foto BW loh ya. Bukan foto warna yang kemudian bisa dibuat BW. 

Untuk memproses film ini, kita butuh cairan yang biasa disebut sebagai developer. Di antara jenis film lain, proses pencucian film BW adalah yang paling bisa kita coba. Cairan kimianya serta perlengkapannya lebih mudah dicari. 

Contoh Film dan kisaran harganya: 

  • Lucky 100: Rp 50.000
  • Agfa APX: Rp 77.000
  • Kodak TMax 100: Rp 95.000
  • Ilford Delta: Rp 100.000
  • Kodak TX 400: Rp 110.000 
Klise (negatif) film black and white setelah dicuci (foto: Rizki Ramadan)
Klise (negatif) film black and white setelah dicuci (foto: Rizki Ramadan)

Film Color

beberapa contoh film warna untuk kamera analog (Foto: Rizki Ramadan/HAI)
beberapa contoh film warna untuk kamera analog (Foto: Rizki Ramadan/HAI)

Ini adalah jenis yang paling banyak dijual. Banyak yang bilang, hasilnya tuh warnanya asik, dreamy gitu. Banyak yang bilang kalau filter-filter yang biasa kita gunakan di Vsco atau Instagram itu terinspirasi dari film-film warna, lho.

Nah, untuk memproses film ini biasanya kita mesti ke lab. karena perlu pake mesin. Cairan yang digunakannya adalah cairan kimia jenis C41.

Contoh Film dan kisaran harganya: 

  • Kodak ColorPlus 200: Rp 50.000  
  • Agfa Vista 200: Rp 59.000 
  • Fujifilm Industrial 100: Rp 57.000 
  • Kodak Ektar 100: Rp 125.000 
  • Cinestill 50D: Rp 195.000
Klise (negatif) film warna setelah dicuci (foto: Rizki Ramadan)
Klise (negatif) film warna setelah dicuci (foto: Rizki Ramadan)

Film Slide (Film Positif)

beberapa contoh film slide untuk kamera analog (Foto: Rizki Ramadan/HAI)
Kodak Ektachrome adalah salah satu film slide atau film positif yang paling disuka. Kodak menghentikan produksinya pada 2012 dan sekarang ini berencana memproduksinya lagi. (Foto: Rizki Ramadan/HAI)

Reporter : Rizki Ramadan
Editor : Rizki Ramadan

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×