Kisah Eksplorasi Seni Sobek-Sobek

  • Rabu, 10 Januari 2018 19:00 WIB

Bukan Sembarang Sobek | Doc.HAI

HAI-online.com - Kejutan dari memotong, menyobek lalu menempel sobekan-sobekan itulah yang bikin Karin mengeksplor seni kolase. Siapa sih yang waktu kecil nggak pernah diajak potong-potong origami atau kertas majalah terus ditempel-tempel di kertas. Itulah yang ditekuni oleh Karin Josephine sekarang ini: bikin kolase.

Tentu, beda kayak yang dilakukan kita saat kecil, karya-karya kolase yang dibuat cewek 27 tahun ini punya makna dan dibuat dengan eksplorasi. Itulah yang bikin karya-karya potong-tempel Karin menjadi seni kolase.

Karya-karyanya itu udah mejeng di berbagai pameran. Contohnya aja Pameran si Kancil, pameran Kembali ke Masa Depan di Bandung, serta pameran kolektif bersama di acara Kopi Keliling.

UDAH TAU BELUM? Unik! Ini Dia Tampilan Telur Zaman Now yang Instagramable Banget

 “Yang bikin gue tertarik mengeksplor kolase adalah peluang berkarya yang sangat luas, tak terduga. Misalnya ada lima orang diberi bahan kolase yang persis sama, nggak akan ada karya yang persis satu sama lain. Faktor fleksibilitas, recycle, dan tak terduga-nya itu sangat adiktif bagi gue,” cerita cewek lulusan DKV Universitas Bina Nusantara yang sekarang bekerja di galeri Suar Artspace ini.

Karin ngaku, walau dirinya ogah mengkhususkan diri ke satu tema tertentu dalam bikin karya, tapi hingga kini isu tentang tubuh manusia, feminisme, dan kompleksitas otak lah yang sering diangkat menjadi karya.

Tentang karya-karyanya yang menampilkan anatomi tubuh manusia, Karin menjelaskan, “Ini berasal dari kesukaan gue akan anatomi badan manusia, kerumitan yang diciptakan Tuhan yang tampaknya nggak akan habis dieksplorasi oleh manusia. Nah, karena gue rasanya nggak akan bisa menggambar detil-detil anatomi ini dengan bagus, jadi gue mengapresiasikannya dengan cara ini. Hehehe…”

Robekan-robekan kertas dari buku pun kerap tindih-menindih dalam kolase Karin. Ia bilang, itu membuatnya merasakan ada cerita-cerita yang tak tersampaikan dari robekan tulisan itu.

Kolase adalah Bermain.

Dalam mengeksplor karyanya, Karin agaknya punya prinsip. Dia ingin menjadikan berkarya sebagai proses bermain. Alasannya, ya tentu agar eksplorasinya lebih bebas, dan asik untuk dinikmati.

Reporter : Wiji Adrian
Editor : Rian Sidik

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×