Art

ARTnLIT of The Week : Hujan

Foto by : @brigittaalma

If I could bottled the smell of the wet land after the rain

I’d make it a perfume and send it to your house

If somewhere down the line

We will never get to meet

I’ll always wait for you after the rain"

Penggalan lirik lagu After The Rain-nya Adhitia Sofyan di atas rasanya sangat pas diputar sembari memandangi langit biru yang memudar menjadi abu-abu. Angin berdesir menyapu daun-daun kering. Awan cumulus putih perlahan mendekatkan diri satu sama lain membentuk satu awan cumulonimbus yang siap menumpahkan apa yang dikandungnya. Suara gemuruh bersautan menandakan “sang pembasuh bumi” akan segera datang.

Hujan memiliki definisi berbeda bagi setiap orang. Ada yang menggerutu sebal ketika bulir-bulir air mulai membasahi kaca helm atau kendaraan mereka ketika mereka sedang diperjalanan, khususnya para pengendara motor. Berbondong-bondong mereka menepi dan berlindung dari jutaan tetes air yang terasa tak ada habisnya. Dibagian bumi yang lain, ada yang khawatir air sungai meluap dan menggenangi rumah mereka ketika hujan mulai turun dengan derasnya.

Para ibu-ibu berhamburan menyelamatkan pakaiannya yang dijemur di halaman rumah. Kawanan burung pun terbang kembali ke sarang. Namun bagi beberapa orang, hujan lebih dari itu.Hujan merupakan salah satu mesin waktu yang mampu menghidupkan kembali kenangan yang telah lampau. Ya, hujan selalu linear dengan kenangan.

Bersamaan dengan turunnya tetes-tetes air dari langit, kenangan-kenangan pun rasanya ikut turun dan membanjiri ingatan. Karena hujan dengan lembutnya membawa kita kepada memori-memori, tanpa harus kembali pada masa itu.

Hujan pun menjadi salah satu momen terbaik untuk melahirkan sebuah karya. Desiran, gemercik, gemuruh, dan hembusan seakan membantu kita merangkai kata dan membidik lensa. Berikut adalah beberapa Art and Literature yang bertemakan ‘Hujan’.

https://2.bp.blogspot.com/-QkHSHUYvKyY/WM9gStJOPwI/AAAAAAAAGNw/pp_gPezNnTgozoIJTKkfbJgHgcQ4jFnoQCLcB/s1600/A%2BWalk%2BFrom%2BFading%2BMemories.png

A Walk From Fading Memories
Karya: Narendra Bagas - SMA Al Azhar 4 Kemang Pratama
IG : @narendrabagas

Akulah Sang Hujan

karya: Alif Satrio - SMAN 61 Jakarta

 

Tatkala alam berderu kesah

Kau hanya terpana

Terdiam membisu tanpa daya

Hanya memandang cakrawala

 

Ketika kulepaskan tetesan itu

Kau sontak berhamburan

Mengungkai sebuah atap

‘tuk dirimu bernaung

 

Apakah galatku?

Aku hanya ingin menjadi sahabatmu

Tak mau jadi seteru

Hanya ingin warnai harimu

 

Layaknya diriku,

Yang turun dengan cantiknya

Namun tenggatku begitu singkat

Dan dibiarkan berlalu begitu saja

https://3.bp.blogspot.com/-oNdBfk7vfq8/WM9gSlBORgI/AAAAAAAAGN0/mGMT2T56DFkwOVJPjIoj-fTcFKAYlgJyQCLcB/s1600/Rain%2Bfrom%2Ba%2Bgirl%252C%2Bcan_t%2Bstop%2Ba%2Bman%2Bto%2Bcaring%2Bher.jpg

Rain from a girl, can’t stop a man to caring her
karya: Leonando Joviano – SMAN 91 Jakarta
IG : @leonaldojoviano

Air dan Matahari

karya: Noorharsy Taqillah, SMAN 91 Jakarta

 

Cinta adalah matahari

Ia yang bersinar sungguh terang

Ia yang hadir dengan permai

Ia yang memberi kehangatan

 

Sedangkan aku, aku adalah air

Air yang mengalir dengan tenang

Air yang tergenang dengan damai

Air yang berlinang dilautan

 

Ada suatu ketika, aku dipertemukan dengannya

Tak terbayang lagi seperti apa, diriku riang dibuatnya

 

Kau begitu hangat, hingga panasmu membuatku melayang ke langit

saking girangnya diriku dibuatmu

Aku ditarik olehmu dengan hatiku yang amat ringan ke udara

Ada satu alasan mengapa aku rela diterbangkan olehmu

Yaitu agar aku dapat bersanding denganmu wahai baskara

 

Waktu demi waktupun terus melaju

Dirikupun memekat berubah menjadi awan

Entah mengapa suasana seketika berubah drastis

Ada apa gerangan hingga engkau seketika ingin membuangku?

Sifatmu yang dulu dan kini amatlah berlawan

Dulu membahagiakanku , kini membuatku merintis

 

Setelah sekian lama aku bersamamu

Namun kini aku dilepaskan dirimu

Akupun terjun sebagai rintikan hujan karna dicampakkan olehmu

Turun sebagai hujan deras dan berpetir sebagai pertanda kemarahanku padamu

 

Akhirnya akupun mengerti

Cinta itu hanya sewaktu-waktu

Cinta itu tak kekal adanya

Sekalinya engkau menikmati

Tanpa sadar kau hanya perlahan mengiris hatimu

Karna kebahagiaan yang ditimbulkan cinta itu,

hanya fana adanya.

 

https://1.bp.blogspot.com/-Y_JBIcb6LZM/WM9gTevH5sI/AAAAAAAAGOI/GoZzWhy7ESUfnMV-eZaKZN_RFUb7YSUtgCLcB/s1600/overjoy.jpg

Overjoy
Karya: Muhammad Farhan – SMAN 71 Jakarta
IG : @silverfishwork

Hujan Timur

Karya: Fauzan Iskandar – Jakarta Islamic School

 

Aku tak bisa melihatmu

Yang menyukai hujan dan rintiknya

 

Seakan menunggu jatuhnya hujan

Dan menuntunku untuk melihat

 

Sejauh mana kau tahu

Bahwa aku tak melihatmu

 

Tersenyum di panggung yang basah

Karena hujan yang jatuh untukmu

 

kurator:

Mega Pramesti - SMAN 91 Jakarta

hsc, profil, mega pramesti, sman 91 jakarta

hai-online.com

Berdedikasi di hai online

comments

embed this article

Copy and paste this code into your website.

×